• Baca Dulu

  • Kategori Tulisan

  • Favorit Pembaca

    • None
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip Tulisan

Kesadaran Rasa

“Terkadang gue tidak bisa mendefinisikan perasaan yang gue alami. Padahal gue merasa sebagai orang yang memahami betul pada apa yang terjadi dalam diri gue, orang yang memiliki kesadaran penuh mengenai apa yang terjadi. Tapi tetap saja ini terjadi.

Rupanya emosi memang terlalu kompleks untuk dipahami sang kognisi. Rupanya perasaan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dikonversi menjadi pemahaman. Sehingga kesadaran ternyata tidak identik dengan pikiran, tapi juga kesadaran dalam domain rasa.

Ketidakmampuan gue mendefinisikan perasaan ini membuat gue bingung harus bagaimana. Karena rupanya sang kesadaran dalam diri gue telah dikuasai kognisi. Sehingga penyikapan gue terhadap segala sesuatu melalui mekaniske yang kurang lebih sama, yaitu: definisi – (bila perlu) mencari tambahan informasi – analisis – membuat kesimpulan – implementasi.

Dalam hal ini gue gagal dalam mendefinisikan rasa yang gue alami sehingga secara otomatis gue tidak bisa mengambil kesimpulan, apalagi mengimplementasikannya dalam bentuk tindakan.

Rupanya gue memang harus belajar banyak lagi tentang diri gue sebagai manusia, sehingga pemahaman parsial yang selama ini gue pegang akan menjadi sebuah pemahaman komprehensif, utuh dan menyeluruh, termasuk terhadap domain rasa”

Tangerang 1 Syawwal 1528 H
01:50 WIB
Kayaknya lagi sedih ditinggal Ramadhan

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.